Sampah karton mulai menginvasi sekitar rumah. Bagi kami yang berjualan minuman mineral, tumpukan sampah semacam itu bisa langsung menjulang tinggi dalam beberapa hari. Biasanya, cukup mudah membuat sampah segera tidak terlihat. Namun, tidak kali ini. Kata Ibu, Abang tukang botot karton tidak lagi lewat di sekitar rumah kami. Lantas, bagaimana nasib karton-karton ini? Jika ingin mengantar sampah pun kami tidak tahu harus ke mana.
Berawal dari Sampah, Cipta Inovasi Aplikasi Jual-Beli
Sampah kerap menjadi masalah bagi masyarakat. Bagaimana cara masyarakat membuang dan mengelola sampah akan langsung berdampak terhadap lingkungan. Bersyukur, berbagai aspek kehidupan telah bekerja sama, bahkan berlomba-lomba dalam upaya penyelesaian masalah penanggulangan sampah. Salah satu bidang yang juga melirik upaya ini adalah sektor bisnis.
Permasalahan itulah yang berusaha dijawab oleh Abdul Latif Wahid Nasution, founder Kepul dan tim. Mereka berhasil menciptakan inovasi aplikasi jual-beli sampah daur ulang bernama Kepul.
Menurut data BPS, setiap tahun lebih dari 65 juta ton sampah dan 70 persen dari keseluruhan sampah itu masih bisa didaur ulang. (Afrizal)
Melalui aplikasi ini, Abdul Latif dan tim mengajak masyarakat untuk menghasilkan uang melalui sampah. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menjual sampahnya kepada pengepul melalui perantara aplikasi ponsel.
Kita ingin mengedukasi masyarakat bahwa sampah itu masih bisa bermanfaat jika didaur ulang, sehingga menjadi nilai tambah bagi masyarakat. Kita mengedukasi masyarakat untuk malas membuang sampah. Daripada membuang sampah lebih baik menjual kepada tukang botot melalui layanan Kepul. (Afrizal)
Ide brilian Abdul Latif membuat senyum banyak orang seperti saya pasti terkembang. Kegiatan penting terkait pembuangan sampah tidak lagi membuat pusing.
Cara Kerja Kepul, Jual Sampah Perantara Aplikasi
Hal tersebut bisa terwujud dengan menggandeng orang-orang yang berasal dari para pengepul sampah untuk menjadi mitra driver di Kepul. Usaha ini turut memberikan akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu yang berasal dari latar belakang pengepul sampah.
Dalam sebuah artikel tahun 2022, diketahui bahwa aplikasi Kepul telah memfasilitasi penjualan lebih dari 30 jenis sampah organik dan anorganik, seperti kertas bekas, buku bekas, sarang telur, kertas kardus, minyak jelantah, dan masih banyak lagi.
Menurut Afrizal Yusuf Rangkuti, founder Kepul, hampir seluruh sampah anorganik dapat dijual, seperti botol minuman plastik, gelas plastik, karton, dan ember. Sampah-sampah ini bisa diolah menjadi cacahan plastik. Selanjutnya, cacahan plastik diolah menjadi biji plastik, sehingga bisa didaur ulang.
Para pengguna aplikasi bisa menjual sampah rumah tangga berupa plastik, kertas, logam, dan lain-lain. Sampah-sampah ini ditawarkan dengan berbagai macam harga per kilogramnya. Lebih menguntungkannya lagi, Kepul menyediakan jasa penjemputan sampah gratis, asalkan memenuhi minimal sampah dan jarak penjemputan yang telah ditentukan.
Kami akan mengambil sampah dengan senang hati. Para pengguna cukup duduk manis, lalu dapat uang tambahan, rumah bersih, bantu sesama, dan jadikan bumi lebih baik demi masa depan anak cucu. (Abdul Latif)
Layanan aplikasi Kepul sudah menjangkau seluruh area kota Medan dan sekitarnya. Pengguna yang ingin menjual sampah hanya perlu mengunduh aplikasi Kepul di Play Store, kemudian mendaftarkan akunnya atau masuk melalui akun yang sudah ada. Setelah itu, pengguna harus mengisi data diri dengan lengkap. Tidak perlu melalui proses panjang, pengguna sudah bisa menjual sampah sekaligus mendatangkan sejumlah rupiah.
Kepul, Jadi Inovator Terbaik, Produksi Massal Dinanti
Pagi itu, 13 Desember 2022, Zainudin Amali, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) memberikan pengarahan pada Festival Pemberdayaan Inovasi IPTEK Pemuda, National Youth Science and Technology (NYST) Awards 2022, di Wisma Kemenpora Senayan Jakarta Pusat.
Menpora berpesan, setiap inovasi harus memiliki tiga dampak penting, sehingga apa yang dihasilkan dari riset panjang akan berdaya guna dan berhasil guna.
Yang penting bagi sebuah inovasi itu ada tiga. Pertama, bermanfaat bagi masyarakat. Kedua, bisa diimplementasikan. Ketiga, mudah digunakan. (Menpora Zainudin Amali)
Berikutnya, Menpora mengambil contoh jam tangan. Benda temuan itu gampang digunakan oleh siapa saja. Pesan Menpora, jangan sampai suatu benda itu bermanfaat bagi masyarakat, tetapi orang susah untuk menggunakannya.
Bila sebuah inovasi sudah sempurna, tahapan akhirnya adalah produksi massal. Dengan demikian setiap orang akan mudah mendapatkan, menggunakan, dan menikmati hasil karya inovator muda Indonesia.
Gelaran NYST diikuti oleh 426 pendaftar anak muda dari seluruh Indonesia, yang akhirnya terseleksi menjadi 10 finalis, terdiri dari 5 inovator pilihan dan 5 inovator terbaik. Para finalis yang terseleksi didapatkan berdasarkan penilaian pada aspek kemampuan pitching, keunikan inovasi, kebermanfaatan bagi masyarakat, kesiapan implementasi, dan skalabilitas inovasi.
Saat pengumuman pun tiba, Abdul Latif dan tim terdiam sejenak sampai kemudian mereka bersorak gemuruh saat Kepul, Aplikasi Jual Sampah Online, dinobatkan sebagai satu dari lima inovator terbaik.
Bagi warga yang berdomisili di Kota Medan dan sekitarnya, jika ingin menjual sampah, bisa mengunduh aplikasi Kepul - Jual Sampah Jadi Mudah di Play Store atau DM Instagram @kepul.id Aplikasi Jual Beli Sampah Daur Ulang. Kami akan langsung datang ke rumah Anda. (Abdul Latif)
Satukan Gerak, Terus Berdampak, Abdul Latif dan tim terus berjuang membangun Kepul agar mampu memberikan manfaat lebih luas. Terbukti, Kepul yang pada mulanya bisa diakses melalui website, kini bisa diunduh melalui aplikasi ponsel. Pada 2020, Abdul Latif Wahid Nasution terpilih menjadi salah seorang penerima apresiasi SATU Indonesia Awards dari Provinsi Sumatera Utara dengan judul kegiatan Kepul (Aplikasi Jual Sampah Online). (*)
Sumber:
- Beri Arahan NYST Awards 2022, Menpora Amali Pesan Inovasi Harus Berdampak untuk Masyarakat. 2022. https://www.kemenpora.go.id/detail/2982/beri-arahan-nyst-awards-2022-menpora-amali-pesan-inovasi-harus-berdampak-untuk-masyarakat. Diakses pada 15 Oktober 2025.
- Mulyani. 2022. Mengenal Kepul, Aplikasi Jual-Beli Sampah Karya Alumni Fasilkom USU. https://suarausu.or.id/mengenal-kepul-aplikasi-jual-beli-sampah-karya-alumni-fasilkom-usu/. Diakses pada 15 Oktober 2025.
- Natalin. 2018. Kepul Startup Hasilkan Rupiah dari Sampah Masyarakat, Sabet Juara Versi Teknopreneur. https://medan.tribunnews.com/2018/08/30/kepul-startup-hasilkan-rupiah-dari-sampah-masyarakat-sabet-juara-versiteknopreneur. Diakses pada 15 Oktober 2025.
- Website resmi Kepul.id https://kepul.id/
#APA2025-ODOP




Posting Komentar